Kuliah Umum Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar Bahas Retorika Dakwah, Hoax, dan Budaya Digital
Batusangkar, 15 November 2024 – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar kuliah umum yang berlangsung pada Jumat, 15 November 2024. Acara yang diadakan di aula kampus ini menghadirkan tiga pembicara ternama, yaitu Asep Soegiorto, S.IK, M.Si, Dr. Dini Safitri, M.Si, dan Nur’aini Marta, SS, M.Hum. Tema yang diangkat dalam kuliah umum ini mencakup topik “Retorika Dakwah,” “Hoax dalam Media,” dan “Budaya Digital,” yang menarik perhatian para mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.
Nur’aini Marta, SS, M.Hum, membuka sesi pertama dengan membahas “Retorika Dakwah.” Beliau menyoroti pentingnya kemampuan retorika dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif dan persuasif di era modern. Menurut Asep, retorika dakwah yang baik harus mampu menyentuh emosi dan nalar pendengar sehingga pesan dakwah lebih diterima dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, Dr. Dini Safitri, M.Si, dalam pemaparannya mengenai “Hoax dalam Media,” mengingatkan pentingnya kemampuan masyarakat, terutama generasi muda, dalam memilah dan memilih informasi di era digital. “Penyebaran hoax dapat memicu konflik sosial dan merusak kepercayaan publik. Dibutuhkan literasi digital yang baik agar kita dapat menangkal berita palsu,” ujarnya.
Sesi terakhir diisi oleh Asep Soegiorto, S.IK, M Si, yang membawakan materi “Budaya Digital.” Ia menyoroti bagaimana budaya digital membentuk cara masyarakat berinteraksi, berkomunikasi, dan menyebarkan informasi. Nur’aini menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam penggunaan teknologi digital, sehingga budaya digital dapat memperkuat dakwah dan membangun masyarakat yang lebih positif.
Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperkaya wawasan dan keterampilan di bidang komunikasi dan penyiaran, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai retorika, hoax, dan budaya digital, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi masyarakat secara kritis dan bijak.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta antusias berdiskusi dengan para narasumber. Kuliah umum ini sukses mempererat hubungan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa, sekaligus memperkaya khazanah keilmuan dalam kajian komunikasi Islam di UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

